Daftar Imunisasi Wajib Untuk Bayi dan Anak

Mengingat semakin bertambahnya usia si kecil, sudahkan anda membawa bayi untuk melakukan imunisasi? Jika jawabnya ya, sudah lengkapkah daftar imunisasi yang si kecil dapatkan? Bukan hanya sekali, imunisasi merupakan kegiatan yang harus dilakukan beberapa kali untuk memastikan bayi sudah terlindung dari penyakit.

Prosedur ini juga bertindak sebagai langkah awal untuk mencegah anak dari banyak penyakit saat ia bertambah dewasa nantinya. Namun, apakah anda sudah paham benar mengenai daftar imunisasi wajib dan tambahan yang harus diberikan pada anak? Yuk simak ulasan lengkapnya berikut ini.

 

Apa saja imunisasi yang harus diberikan pada bayi.

imunisasi sudah terbukti mampu memberantas penyakit menular, seperti campak, gondongan, batuk rejan (pertusis), polio, cacar air, tetanus, dan lainnya. Oleh karena itu disarankan kepada ibu yang mempunyai bayi untuk membawa buah hatinya ke posyandu, puskesmas, bidan, maupun dokter untuk mendapatkan imunisasi.

Berdasarkan permenkes no. 12 tahun 2017, di Indonesia ada beberapa imunisasi wajib yang harus diberikan kepada bayi sebelum berusia 1 tahun. Imunisasi ini biasanya diberikan secara gratis oleh pelayanan kesehatan yang berada dibawah naungan pemerintah, seperti Posyandu, Puskesmas, Maupun rumah sakit pemerintah.

 

Hepatitis B

Hepatitis B adalah penyakit menular yang menyerang organ hati. Penularan penyakit ini bisa mengakibatkan fungsi hati terganggu, bahkan berujung pada kanker hati dan sirosis. Itu sebabnya, vaksin hepatitis B yang pertama sudah harus diberikan sejak bayi baru lahir, tepatnya sebelum 12 jam setelah kelahiran.

Namun paling tidak 30 menit sebelumnya, Imunisasi hepatitis B ini harus didahului dengan pemberian suntikan vitamin K1. Vaksin ini berfungsi untuk mencegah penularan hepatitis B dari ibu ke anak saat proses kelahiran.

 

Polio

Polio adalah penyakit menular karena infeksi virus polio yang menyerang sistem saraf pusat. Akibatnya, pengidapnya akan mengalami kelumpuhan untuk menggerakan tungkai dan bagian tubuh lainnya. Itulah mengapa penyakit ini dikenal juga sebagai penyakit lumpuh layu.

Supaya terhindar dari penyakit polio, bayi harus mendapatkan vaksin lengkap polio sebanyak 4 kali. Dengan rincian yang pertama diberikan saat baru lahir, kemudian dilanjutkan pada usia 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan, Namun ikatan dokter anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan pemberian imunisasi ini dilanjutkan saat bayi berusia sekitar 18-24 bulan.

 

Campak

Campak (rubeola) adalah penyakit infeksi menular yang bisa berpindah dengan mudah melalui udara atau kontak langsung dengan penderita. Meski terkadang bisa dialami oleh orang dewasa, tapi sebagian besar kasus campak biasanya terjadi pada usia anak-anak.

Pemberian imunisasi campak dapat membantu menurunkan resiko terserang penyakit ini, Vaksin campak diberikan sebanyak 2 kali, yaitu pada usia 9 bulan dan 24 bulan. Namun, Vaksin campak kedua pada usia 24 bulan tidak perlu lagi diberikan jika anak sudah mendapatkan vaksin MMR pada usia 15 bulan.

 

BCG

BCG adalah pemberian vaksin yang ditujukan untuk mencegah penyakit tuberculosis (TBC) TBC adalah penyakit menular berbahaya yang bisa menyerang saluran pernapasan, bahkan menyebar ke bagian tubuh lainnya jika tidak diobati.

Memberikan Vaksin BCG merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit TBC . BCG hanya bisa diberikan sebanyak 1 kali sebelum bayi berusia 3 bulan.

Akan tetapi, imunisasi ini paling baik diberikan saat bayi berusia 2 bulan. DI sini, tugas vaksin BCG yakni untuk mencegah bakteri yang dapat menyerang paru-paru juga selaput otak. Sebab bakteri tersebut bisa menyebabkan kecacatan bahkan kematian.

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *