Komoditas Pangan Impor yang Harus Diselesaikan Pemerintah

Beras

Selama masa kampanye bebarapa waktu lalu permaslahan impor beras sangat sering di bicarakan. Bagaimana bisa Indonesia sebagai Negara agraris tetapi masih harus mengimpor beras. Beras merupakan makanan pokok hampir seluruh masyarakat Indonesia, oleh sebab itu permintaan yang tinggi menjadi pekerjaan rumah untuk pemerintah baru.

Komoditas ini selalu menjadi sepuluh besar  komoditi impor tahunanan, banyak masalah yang dialami produsen beras di indoensia sehingga produksinya terbilang rendah. Selain masalah lahan yang semakin sedikit, sistem produksi yang masih konvensional menjadi masalah tersendiri. Faktor cuaca yang tidak menentu meningkatkan potensi gagal panen.

Peningkatan teknologi pertanian harus dilakukan pemerintah baru nanti. Dengan tinggi nya potensi gagal pananen karna prokdi yang masih konvensional, membuat Indonesia sulit memenuhu kebutuhan dalam negri. Sehingga terpaksa harus mengimpor dari negar tetangga seperti Vietnam, Myanmar, dan Thailand.

Buah-buahan

Buah pun merupakan kimoditi impor yang memiliki masalahnya sendiri. Pada tahun 2018 impor buah masih terbilang tinggi, walaupun sudah lebih baik dibanding tahun sebelumnnya. Selain karna maslah produksi, masyarakat Indonesia juga lebih suka mengkonsumsi buah impor disbanding dengan buah produksi lokal.

Dalam sektor pertanian, Indonesia masih tertinggal. Banyak produksi dibidang pertanian pada umumnya masih menggunakan sistem konvensional. Menurut saya ini adalah maslah besar yang harus diselesaikan jika Indonesia ingin memiliki ketahanan pangan yang baik. Dengan kondisi geografis Indonesia yang tentan terjadi bencana teknologi pertanian bisa sangat membantu.

Kedelai

Hampir sama dengan beras, kedelai juga selalu jadi bahan pembicaraan masalah impor pangan. Tingginya permintaan makanan olahan berbahan dasar kedelai, membuat kebutuhannya pun sangat besar. Masalah pada komoditi ini selain jumlah produksi, kualitas produksinya pun belum cukup baik.

Kedelai impor masih jadi pilihan utama pada produsen makanan olahan kedelai, seperti tempe, tahu dan sebagainya. Produsen menilai kedelai lokal memiliki kualitas yang kurang baik, sehingga berdampak pula pada kualitas hasil produksi. Karenanya para produsen lebih memilih menggunakan kedelai impor untuk menjaga kualitas produknya.

Itulah komoditas impor yang mendominasi pasar indonesa tahun 2018. Masalah teknologi pertanian masih menjadi penghalang Indonesia untuk menjadi Negara swasembada pangan. Bagaimana menurut Anda, mampukah pemerintah yang baru menyelesaikan masalah ini?

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *