Perbedaan Haji dan Umrah yang Wajib Anda Ketahui

Sebagai umat muslim yang taat, pergi menunaikan ibadah haji merupakan tidak benar satu cita-cita terbesar yang mendambakan dicapai. Sebagaimana terhitung sebagai suatu ibadah harus yang sudah disebutkan dalam rukun Islam, haji merupakan pencapaian ibadah yang tertinggi. Tidak sembarang orang mampu pergi ke Baitullah dan jalankan haji jika belum saatnya. Dan tidak acuhkan seberapa banyak dana yang mampu dimiliki dan mampu dikeluarkan, jika belum saatnya Allah memberi kesempatan, maka tidak akan terjadi Travel Haji Umrah .
Salah satu ibadah lain yang terhitung banyak dilaksanakan umat muslim adalah umrah. Umrah sering pula disebut sebagai haji kecil dikarenakan kesibukan yang dilakukannya hampir menyerupai kesibukan ibadah haji. Hampir, dikarenakan ada berasal dari satu} anggota dalam serangkaian kesibukan haji yang tidak mampu kita jalankan disaat umrah Badal Haji .

Apa yang Membedakan Haji dan Umrah?
Ada berasal dari satu} perihal yang menjadi pebedaan utama haji dan umrah walau dua-duanya adalah kesibukan beribadah yang dilaksanakan di kota suci Mekkah, antara lain sebagai berikut:

Waktu Pelaksanaan
Perbedaan utama haji dan umrah yang pertama adalah saat pelaksanaannya. Umrah mampu dilaksanakan kapan saja tanpa terikat saat tertentu, jika pada saat pelaksanaan ibadah haji. Sementara bagi yang mendambakan menunaikan ibadah haji, Anda harus menanti saat tertentu, yakni pada bulan Dzulhijah.

Puncak serangkaian ibadah haji ada pada tanggal 8 Zulhijah disaat bermalam di Mina, lalu dilanjutkan berwukuf di Padang Arafah pada 9 Zulhijah, dan terakhir adalah melempar jamrah di tanggal 10 Zulhijah. Jika Anda perhatikan, berlangsungnya ibadah haji bertepatan dengan hari raya Idul Adha.

Umroh mampu dilaksanakan kapan saja tanpa terikat waktu, sedangkan saat ibadah haji ditentukan dengan puncaknya pada bulan Zulhijah
Kegiatan (Rukun)
Perbedaan utama haji dan umrah yang ke-2 adalah rukunnya. Ketika jalankan umrah, Anda harus jalankan hal-hal di bawah ini:

ihram;
tawaf (mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh kali);
sai (berlari-lari kecil, bolak-balik dari Safa ke Marwa sebanyak tujuh kali); dan
tahalul (mencukur rambut).
Sementara dalam rukun haji, tidak cuman empat perihal di atas, Anda terhitung harus bermalam di Mina, wukuf di Padang Arafah, dan melempar jamrah.

Perbedaan Hukum Haji dan Umroh
Tidak ada perbedaan pendapat mengenai hukum haji yang mutlak adalah harus bagi setiap muslim yang mampu. Sebagai catatan, yang dikategorikan mampu di sini bukan cuma mampu untuk membayar dan memenuhi kebutuhan selama beribadah haji secara finansial bagi dirinya sendiri, melainkan terhitung mampu secara mental. Selain itu –terutama bagi yang sudah berkeluarga–Anda terhitung harus mampu menanggung keadaan keluarga yang ditinggalkan selalu tercukupi kebutuhannya.
Sementara ibadah umrah, tetap ada sedikit perbedaan pandangan mengenai hukumnya. Sebagian berasumsi harus hukumnya, saat berasal dari satu} lain berasumsi bahwa hukum ibadah umrah adalah sunah muakkad.

Kendati demikian, mengikuti apa yang sudah difirmankan Allah SWT di dalam Alquran surat Al Baqarah ayat 196, tahu dinyatakan bahwa hukum jalankan haji dan umrah adalah wajib. Rasulullah pun bersabda pula mengenai wajibnya jalankan ibadah umrah di dalam hadis. Seperti haji, ibadah umrah cuma harus dilaksanakan sekali saja seumur hidup. Untuk kali yang berikutnya akan diakui sebagai sunah.
Itulah perbedaan utama haji dan umrah. Kewajiban kita sebagai seorang muslim tentu adalah selalu berusaha untuk mampu memenuhi perintah Allah, baik haji dan umrah. Seperti yang kita tahu, untuk jalankan ibadah umrah lebih-lebih haji sesungguhnya tidak memerlukan ongkos yang kecil. Karena itulah, kita harus selalu memantapkan niat memenuhinya dan selalu berikhtiar. Di samping itu, khususnya jika Anda sudah dulu jalankan ibadah umrah, selalu niati kehadiran Anda berziarah ke Kakbah sebagai suatu ibadah, bukan rekreasi.

Selamat menunaikan ibadah haji dan umroh!

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *